Recent Posts

Mengulas tentang sejarah ANDROID

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang aplikasi piranti bergerak

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Android versi 2.2 Froyo ini menambahkan beberapa fitur yang lebih baik dari android versi Eclair 2.1.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Android versi 2.2 Froyo ini menambahkan beberapa fitur yang lebih baik dari android versi Eclair 2.1.

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming)

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis.

Saturday, September 17, 2011

Yahoo, AOL dan Microsoft 'Keroyok' Google

 3 perusahaan internet: Yahoo, AOL dan Microsoft dilaporkan tengah menjalin kerjasama untuk meningkatkan pendapatan yang didapat dari penjualan iklan.

Kerjasama yang terjalin di antara mereka juga dimaksudkan untuk lebih kompetitif saat berhadapan dengan sang pesaing tangguh, Google.

Dari hasil diskusi yang mereka gelar di New York, Selasa lalu, perusahaan-perusahaan tersebut sepakat untuk menjual iklan di masing-masing situs. Mereka juga setuju untuk lebih menyederhanakan proses transaksi iklan dengan para pengiklan atau media buyer.

Dilaporkan bahwa mereka kehilangan banyak pundi-pundi akibat menjalankan proses transaksi iklan dengan bantuan pihak ketiga atau ad network (perusahaan yang mengubungkan pengiklan dengan situs yang menjual space iklan). Nantinya, ketiga perusahaan itu akan berbagi pendapatan.

Pundi-pundi yang mereka hasilkan juga tidak membaik akibat para pengiklan lebih memilih untuk membelanjakan anggaran iklannya di mesin pencari Google. Menurut data dari eMarketer, Google memang mendominasi pasar iklan dengan meraih market share sebesar 76%.

Hasil lain yang didapat dari negosiasi tersebut ialah bahwa mereka juga setuju untuk menjual space iklan 'kelas ke-2' alias space 'sisa' yang terdapat di bagian bawah halaman. Dikutip detikINET dari NewYorkTimes, Kamis (15/9/2011), rencana tersebut diharapkan bisa dimulai di akhir tahun ini.
detik.net

Hati-hati kalau Telanjang Sembarangan, Ada Google Street View

Hati-hati bagi anda yang suka telanjang di depan umum sebab dengan steknologi Google Street view Anda dapat terlihat. Ini dialami oleh seorang wanita yang telanjang di depan rumahnya yang tertangkap kamera Google Street view. Hal tersebut menjadi topik yang populer di berbagai situs diantaranya CNET, Gizmodo dan yang lainnya.

Demikian jurnalis warga Kimi Raikko menulis pandangannya di media warga Kompasiana, mengenai layanan baru dari Google bernama Google Street View ini. Layanan ini dapat diaplikasikan untuk berbagai kepentingan di sebuah web, misalnya untuk “menyiarlangsungkan” sebuah acara atau sekadar menelusuri tempat-tempat tertentu.

Berikut penuturan lengkap Kimi Raikko yang pernah meraih penghargaan lomba menulis yang diadakan Kompasiana beberapa waktu lalu….

Menurut Gizmodo, seorang wanita yang sepertinya sedang bingung tertangkap kamera Google Street View ketika ia sedang telanjang di depan rumahnya. Sepertinya wanita tersebut berada di tempat dan waktu yang salah saat sedang telanjang. Menurut salah satu komentar, sepertinya wanita tersebut sedang mandi/mencuci, kemungkinan air kran ke rumahnya mati dan menggunakan banyak galon untuk menampung air. Sayangnya saat hendak mengambil air di galon yang berada di halaman depan rumahnya, ia tidak mengenakan apa-apa alias telanjang. Saat keluar dengan telanjang tersebut, kamera Google Street View menangkap fenomena langka tersebut.

Tentu saja foto ini sempat beredar di Google Street View. Namun beberapa saat kemudian Google menyamarkan foto tersebut dengan memberi sentuhan airbrush pada bagian-bagian penting dari tubuh perempuan tersebut.

CNET melaporkan dalam kasus ini sepertinya wanita tersebut terekam oleh kendaraan Google Street View. Gambar telanjang perempuan tersebut sempat menghiasi halaman Google Street View sepanjang malam, namun pada pagi harinya ditutupi. Gambar yang masih tersisa hanya gambar rumah dan gambar buram dari (seperti) hantu telanjang.

Kejadian ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, terutama di Amerika Serikat, mengapa tidak ada wilayah privasi. Mengapa seseorang yang sepertinya karena suatu alasan tertentu sehingga tidak memakai apa-apa saat di depan rumahnya harus terekam oleh kamera Google. Pertanyaan sebaliknya juga bisa diberikan mengapa harus telanjang kalau berada di luar rumah? Apa wanita ini tidak sadar bahwa bila telanjang bisa saja tertangkap oleh kamera, tidak saja Google Streeet View, tetapi juga kamera orang lain yang kebetulan melintas saat wanita tersebut keluar rumah dengan telanjang?

pixiq.com melaporkan bahwa wanita yang tertangkap kamera Google Street View tersebut cukup cerdas menutupi wajahnya dengan tangannya. Namun hal ini tidak bisa menghalangi tersebarnya gambarnya ke seluruh dunia. Tentu saja hal insiden ini tidak diragukan lagi akan sekali lagi mengangkat isu tentang masalah privasi terhadap mobile camera Google.

Di tahun 2008, Departemen Pertahanan AS meminta Google untuk menghapus gambar dari sebuah pangkalan militer di Texas dan melarang Google untuk mengambil gambar instalasi militer lebih lanjut. Google setuju mematuhi larangan ini dan tidak mendapatkan konsekuensi hukum lebih lanjut. Di tahun yang sama, pasangan di Pennsylvania menggugat Google untuk privasi, pelanggaran, kelalaian, dan pengayaan tidak pantas setelah gambar rumah mereka diposting di internet.

Hakim menolak gugatan tersebut, namun mereka kemudian banding dan diizinkan untuk melanjutkan kasus tersebut dengan klaim peneroboson karena mobil kamera Google berada di jalan pribadi saat mengambil gambar rumah tersebut.Pasangan ini akhirnya memenangkan gugatan tersebut dan Google harus membayar ganti rugi sebesar satu dollar AS yang dengan senang hati dibayar oleh Google.

Masih ada kasus foto North Oaks, Minnesota yang merupakan komunitas pribadi. Google setuju untuk menghapus foto setelah ada permintaan dari Dewan Kota North Oaks. Google sendiri mengatakan pihaknya sangat menghormati privasi terlepas di negara manapun kejadiannya dan telah menerapkan pengaburan wajah orang-orang yang tertangkap kameranya semenjak tahun 2008 yang lalu.

Samsung, LG, HTC, dan Sony Ericsson dukung Akuisisi Motorola


 Siapa menyangka, langkah Google yang mengakuisisi Motorola disambut baik oleh sejumlah produsen smartphone lainnya. Samsung, LG, Sony Ericsson, dan HTC mendukung akuisisi yang dilakukan Google terhadap produsen ponsel terkemuka di AS tersebut.
Hal tersebut tidak lepas dari motivasi yang melatarbelakangi Google rela menyisihkan anggaran 12,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 112 triliun untuk membeli Motorola. Dalam pernyataan pers, Senin (15/8/2011), Google menegaskan bahwa tujuan utama akuisisi tersebut adalah menguasai paten Motorola untuk memperkuat portofolio Android sebagai platform open source.
"Kami menyambut baik kabar hari ini yang menunjukkan komitmen penuh dari Google untuk mempertahankan Android, partnernya, dan ekosistemnya," ujar J.K. Shin, President Samsung, Mobile Communication Division, seperti dilansir situs Google. Kalimat yang sama dikatakan Peter Chou, CEO HTC Corp.
Hal senada juga dikatakan Bert Nordberg, President and CEO Sony Ericsson serta Jong Seok Park, President and CEO LG Electronics Mobile Communications Company. Namun, yang agak janggal kalimat yang disampaikan mengatasnamakan sejumlah petinggi produsen ponsle dunia tersebut sama persis layaknya sebuah template. Belum ada pernyataan resmi yang disampaikan para pejabat tersebut secara langsung.
Dalam pernyataan resminya, CEO Google Larry Page memang meyakinkan para mitra yang selama ini menggunakan Android sebagai platform produknya bahwa akuisisi Motorola tidak akan mengubah model bisnisnya. Larry Page menegaskan bahwa Motorola tetap akan dijalankan secara terpisah sebagai perusahaan yang sama-sama melisensi Android. Google juga menyatakan bahwa Android tetap akan jadi platform open source.
"Banyak mitra pembuat hardware telah menyumbang kesuksesan Android dan kami akan terus bekerja sama dengan mereka semua untuk menyediakan pengalaman terbaik bagi pengguna," tegas Larry Page.
kompas.com

Google Janji Android Tetap "Open Source"



Meski segera memiliki Motorola, Google memastikan tidak akan mengubah model bisnis platform Android yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir. CEO Google Larry Page menegaskan bahwa Android akan tetap dipertahankan sebagai platformopen source.
"Akuisisi ini tidak akan mengubah komitmen kami untuk menjalankan Android sebagai sebuah platform terbuka. Motorola akan tetap menjadi salah satu pelisensi Android dan Android tetap terbuka," ungkap Larry Page dalam pernyataan resmi di situs Google, Senin (15/8/2011).
Larry Page juga menegaskan bahwa Motorola akan dijalankan sebagai bisnis terpisah. Google tetap akan melanjutkan kemitraan dengan produsen perangkat keras lainnya. Bahkan, Google berjanji, masuknya Motorola sebagai bagian integral akan meningkatkan pengalaman pengguna lebih baik lagi pada masa depan.
"Motorola juga pemimpin pasar di perangkat-perangkat dalam rumah dan bisnis solusi video. Dengan adanya transisi ke internet protocol, kami sangat tidak sabar untuk bekerja sama dengan Motorola dan industri secara keseluruhan untuk mendukung mitra dan bersama-sama mendorong percepatan inovasi di bidang ini," ucap Larry Page.
Ia meyakinkan kepada mitra pengguna Android bahwa akuisisi yang dilakukan Google akan memberi keuntungan yang besar bagi ekosistem. Pasalnya, tidak hanya meningkatkan inovasi teknologi, penguasaan paten Motorola oleh Google juga akan meningkatkan daya saing Android terhadap platform pesaing, seperti Apple dengan iOS dan Nokia serta Microsoft dengan Windows Phone.
"Kami berharap kombinasi ini memungkinkan kami melakukan terobosan baru dalam ekosistem Android. Meski demikian, visi kami terhadap Android tidak berubah dan Google teguh berkomitmen penuh menjadikan Android sebagai platform open source dan sebuah komunitasopen source yang berpengaruh. Kami akan terus bekerja sama dengan semua partner untuk mengembangkan dan mendistribusikan perangkat-perangkat inovatif berbasis Android," ujar Andy Rubin, Senior Vice President of Mobile di Google.
Salah satu motivasi utama Google mengambil alih Motorola adalah memperkuat portofolio paten untuk bersaing dengan Microsoft dan Apple. Hal tersebut untuk memperkuat daya saing Android pada masa depan.
kompas.com

Yahoo dan Google akur dalam Ponsel Sharp


 Di Jepang, tren ponsel Android sedang menanjak, sama seperti di negara lain, termasuk di Indonesia. Sementara di sisi lain, pengakses situs Yahoo beserta layanan turunannya juga tak sedikit. Padahal, seperti kita tahu, antara Android yang bikinan Google dan Yahoo tak saling akur, mengingat keduanya mempunyai kepentingan yang sama.
Tetapi, bagi Sharp, yang mengusung sub-brand Aquos yang juga sebagai sub-brandbeberapa ponselnya, tak menjadi soal. Pertimbangannya adalah mengakuisisi dua kepentingan konsumen yang cukup besar itu meski si empunya perangkat lunak beda pendirian. Maka, dirilislah ponsel pintar dengen embel-embel Yahoo di bagian punggung, tetapi juga akses ke sejumlah layanan Yahoo, seperti Yahoo Japan Home, Yahoo Japan Auction, juga Yahoo Loco. Ponsel warna putih ini sendiri dipasarkan melalui operator terbesar ketiga di Jepang, yaitu SoftBank.
Mengapa cuma SoftBank? Sebab, operator ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Yahoo Jepang. Bagi pelanggan provider itu, disiapkan beberapa keuntungan jika membeli ponsel Sharp dengan layar berukuran 4 inci ini, antara lain, menjadi anggota layanan Yahoo Japan premium bebas biaya langganan yang besar per tahunnya sebesar 9 dollar AS selama dua tahun. Di masa ini pula pelanggan bisa memperoleh poin untuk pembelian yang dilakukan melalui Yahoo Shopping. 
Ponsel Sharp Yahoo berbasis OS Android ini bahkan telah memakai versi Gingerbread. Seabrek perangkat pendukungnya juga kelas atas, misalnya saja kamera 8 MP, Bluetooth yang telah memakai versi 3.0, juga fungsi e-wallet yang memang sudah umum dipakai di negeri itu.

Google akuisisi Motorola dengan 12,5 Miliar Dollar AS



Kabar mengejutkan datang dari Google, Senin (15/8/2011). Raksasa internet tersebut bersedia merogoh kocek 12,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 112 triliun untuk mengakuisisi produsen ponsel Motorola Mobility Holdings.
Keuntungan strategis yang bakal diterima Google adalah penguasaan terhadap paten-paten yang dimiliki Motorola, terkait teknologi telekomunikasi. Hal tersebut akan membuka jalan lebih mulus untuk pengembangan platform Android pada masa depan.
Namun, akuisisi ini akan menempatkan Google sebagai pesaing langsung Apple, RIM, dan Nokia. Bahkan mereka menjadi pesaing para produsen ponsel yang selama ini menggunakan lisensi Android, seperti Samsung, LG, dan HTC.
Meski demikian, Google dalam pernyataan persnya mengatakan tidak akan ada perubahan dalam model bisnis Android. Motorola Mobility akan dijalankan sebagai perusahaan yang tetap terpisah dari Google dan sebagai pengguna lisensi Android seperti produsen lainnya.
"Visi kami terhadap Android tetap tidak berubah, dan Google tetap berkomitmen menjadikan Android sebagai platform terbuka dan komunitas open source yang besar," kata Andy Rubin, Senior Vice President of Mobile di Google. "Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra Android kami untuk mengembangkan dan mendistribusikan perangkat-perangkat inovatif berbasis Android."
Proses akuisisi Google terhadap Motorola akan diselesaikan pada awal 2012.
kompas.com

Google Rela rogoh kocek 12,5 miliar dollar AS,Demi Paten Melawan Microsoft dan Apple


Motivasi utama yang membuat Google rela membelanjakan 12,5 miliar dollar AS untuk mengakuisisi Motorola adalah paten untuk memperkuat platform Android yang dikembangkannya.
seperti dikutip dari kompas, CEO Google Larry Page, dalam siaran persnya, Senin (15/8/2011) menyebut hal itu sebagai upaya menghadang Microsoft dan Apple. Kedua raksasa teknologi tersebut terakhir kali membentuk konsorsium yang berhasil mengalahkan Google menguasai paten Nortel.
"Akuisisi kami terhadap Motorola akan meningkatkan kompetisi dengan cara memperkuat portofolio paten Google, sehingga memungkinkan kami untuk memberikan proteksi lebih baik terhadap Android dari ancaman anti-kompetisi yang dilancarkan Microsoft, Apple, dan perusahaan lainnya," jelas Larry Page.
Menurut informasi yang dilansir situs Arstechnica, dengan akuisisi ini, Google akan menguasai lebih dari 17.000 paten terkait teknologi telekomunikais seluler. Lebih dari 7.000 paten di antaranya dari Motorola. "Motorola memiliki portofolio paten sangat kuat yang akan membantu memproteksi Android," jelas Larry Page dalam wawancara.
Awal bulan ini, Google memang menuding sejumlah perusahaan sengaja mengeroyoknya untuk menghadang perkembangan Android. Google gagal menguasai 6.000 paten Nortel, Kanada oleh konsorsium yang terdiri dari RIM, Microsoft, Apple, Sony, EMC, dan Ericsson. Meski memberikan penawaran tertinggi sebesar 900 juta dollar AS, Google harus mengalah dengan penawaran 4,5 miliar dollar AS dari konsorsium tersebut.
kompas.com