Recent Posts

Mengulas tentang sejarah ANDROID

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang aplikasi piranti bergerak

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Android versi 2.2 Froyo ini menambahkan beberapa fitur yang lebih baik dari android versi Eclair 2.1.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Android versi 2.2 Froyo ini menambahkan beberapa fitur yang lebih baik dari android versi Eclair 2.1.

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming)

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis.

Saturday, September 17, 2011

Google Janji Android Tetap "Open Source"



Meski segera memiliki Motorola, Google memastikan tidak akan mengubah model bisnis platform Android yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir. CEO Google Larry Page menegaskan bahwa Android akan tetap dipertahankan sebagai platformopen source.
"Akuisisi ini tidak akan mengubah komitmen kami untuk menjalankan Android sebagai sebuah platform terbuka. Motorola akan tetap menjadi salah satu pelisensi Android dan Android tetap terbuka," ungkap Larry Page dalam pernyataan resmi di situs Google, Senin (15/8/2011).
Larry Page juga menegaskan bahwa Motorola akan dijalankan sebagai bisnis terpisah. Google tetap akan melanjutkan kemitraan dengan produsen perangkat keras lainnya. Bahkan, Google berjanji, masuknya Motorola sebagai bagian integral akan meningkatkan pengalaman pengguna lebih baik lagi pada masa depan.
"Motorola juga pemimpin pasar di perangkat-perangkat dalam rumah dan bisnis solusi video. Dengan adanya transisi ke internet protocol, kami sangat tidak sabar untuk bekerja sama dengan Motorola dan industri secara keseluruhan untuk mendukung mitra dan bersama-sama mendorong percepatan inovasi di bidang ini," ucap Larry Page.
Ia meyakinkan kepada mitra pengguna Android bahwa akuisisi yang dilakukan Google akan memberi keuntungan yang besar bagi ekosistem. Pasalnya, tidak hanya meningkatkan inovasi teknologi, penguasaan paten Motorola oleh Google juga akan meningkatkan daya saing Android terhadap platform pesaing, seperti Apple dengan iOS dan Nokia serta Microsoft dengan Windows Phone.
"Kami berharap kombinasi ini memungkinkan kami melakukan terobosan baru dalam ekosistem Android. Meski demikian, visi kami terhadap Android tidak berubah dan Google teguh berkomitmen penuh menjadikan Android sebagai platform open source dan sebuah komunitasopen source yang berpengaruh. Kami akan terus bekerja sama dengan semua partner untuk mengembangkan dan mendistribusikan perangkat-perangkat inovatif berbasis Android," ujar Andy Rubin, Senior Vice President of Mobile di Google.
Salah satu motivasi utama Google mengambil alih Motorola adalah memperkuat portofolio paten untuk bersaing dengan Microsoft dan Apple. Hal tersebut untuk memperkuat daya saing Android pada masa depan.
kompas.com

Yahoo dan Google akur dalam Ponsel Sharp


 Di Jepang, tren ponsel Android sedang menanjak, sama seperti di negara lain, termasuk di Indonesia. Sementara di sisi lain, pengakses situs Yahoo beserta layanan turunannya juga tak sedikit. Padahal, seperti kita tahu, antara Android yang bikinan Google dan Yahoo tak saling akur, mengingat keduanya mempunyai kepentingan yang sama.
Tetapi, bagi Sharp, yang mengusung sub-brand Aquos yang juga sebagai sub-brandbeberapa ponselnya, tak menjadi soal. Pertimbangannya adalah mengakuisisi dua kepentingan konsumen yang cukup besar itu meski si empunya perangkat lunak beda pendirian. Maka, dirilislah ponsel pintar dengen embel-embel Yahoo di bagian punggung, tetapi juga akses ke sejumlah layanan Yahoo, seperti Yahoo Japan Home, Yahoo Japan Auction, juga Yahoo Loco. Ponsel warna putih ini sendiri dipasarkan melalui operator terbesar ketiga di Jepang, yaitu SoftBank.
Mengapa cuma SoftBank? Sebab, operator ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Yahoo Jepang. Bagi pelanggan provider itu, disiapkan beberapa keuntungan jika membeli ponsel Sharp dengan layar berukuran 4 inci ini, antara lain, menjadi anggota layanan Yahoo Japan premium bebas biaya langganan yang besar per tahunnya sebesar 9 dollar AS selama dua tahun. Di masa ini pula pelanggan bisa memperoleh poin untuk pembelian yang dilakukan melalui Yahoo Shopping. 
Ponsel Sharp Yahoo berbasis OS Android ini bahkan telah memakai versi Gingerbread. Seabrek perangkat pendukungnya juga kelas atas, misalnya saja kamera 8 MP, Bluetooth yang telah memakai versi 3.0, juga fungsi e-wallet yang memang sudah umum dipakai di negeri itu.

Google akuisisi Motorola dengan 12,5 Miliar Dollar AS



Kabar mengejutkan datang dari Google, Senin (15/8/2011). Raksasa internet tersebut bersedia merogoh kocek 12,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 112 triliun untuk mengakuisisi produsen ponsel Motorola Mobility Holdings.
Keuntungan strategis yang bakal diterima Google adalah penguasaan terhadap paten-paten yang dimiliki Motorola, terkait teknologi telekomunikasi. Hal tersebut akan membuka jalan lebih mulus untuk pengembangan platform Android pada masa depan.
Namun, akuisisi ini akan menempatkan Google sebagai pesaing langsung Apple, RIM, dan Nokia. Bahkan mereka menjadi pesaing para produsen ponsel yang selama ini menggunakan lisensi Android, seperti Samsung, LG, dan HTC.
Meski demikian, Google dalam pernyataan persnya mengatakan tidak akan ada perubahan dalam model bisnis Android. Motorola Mobility akan dijalankan sebagai perusahaan yang tetap terpisah dari Google dan sebagai pengguna lisensi Android seperti produsen lainnya.
"Visi kami terhadap Android tetap tidak berubah, dan Google tetap berkomitmen menjadikan Android sebagai platform terbuka dan komunitas open source yang besar," kata Andy Rubin, Senior Vice President of Mobile di Google. "Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra Android kami untuk mengembangkan dan mendistribusikan perangkat-perangkat inovatif berbasis Android."
Proses akuisisi Google terhadap Motorola akan diselesaikan pada awal 2012.
kompas.com

Google Rela rogoh kocek 12,5 miliar dollar AS,Demi Paten Melawan Microsoft dan Apple


Motivasi utama yang membuat Google rela membelanjakan 12,5 miliar dollar AS untuk mengakuisisi Motorola adalah paten untuk memperkuat platform Android yang dikembangkannya.
seperti dikutip dari kompas, CEO Google Larry Page, dalam siaran persnya, Senin (15/8/2011) menyebut hal itu sebagai upaya menghadang Microsoft dan Apple. Kedua raksasa teknologi tersebut terakhir kali membentuk konsorsium yang berhasil mengalahkan Google menguasai paten Nortel.
"Akuisisi kami terhadap Motorola akan meningkatkan kompetisi dengan cara memperkuat portofolio paten Google, sehingga memungkinkan kami untuk memberikan proteksi lebih baik terhadap Android dari ancaman anti-kompetisi yang dilancarkan Microsoft, Apple, dan perusahaan lainnya," jelas Larry Page.
Menurut informasi yang dilansir situs Arstechnica, dengan akuisisi ini, Google akan menguasai lebih dari 17.000 paten terkait teknologi telekomunikais seluler. Lebih dari 7.000 paten di antaranya dari Motorola. "Motorola memiliki portofolio paten sangat kuat yang akan membantu memproteksi Android," jelas Larry Page dalam wawancara.
Awal bulan ini, Google memang menuding sejumlah perusahaan sengaja mengeroyoknya untuk menghadang perkembangan Android. Google gagal menguasai 6.000 paten Nortel, Kanada oleh konsorsium yang terdiri dari RIM, Microsoft, Apple, Sony, EMC, dan Ericsson. Meski memberikan penawaran tertinggi sebesar 900 juta dollar AS, Google harus mengalah dengan penawaran 4,5 miliar dollar AS dari konsorsium tersebut.
kompas.com

Para Pengembang Aplikasi Android Risaukan Pembajakan


Sebuah survei yang dilakukan oleh Skyhook, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, atas 75 developer Android menyimpulkan bahwa pembajakan menjadi kekhawatiran terbesar para developer. Hasil survei yang dirilis Kamis (8/9/2011) menunjukkan 26 persen developer menganggap pembajakan sebagai sebuah masalah yang cukup mengganggu.
Sedangkan sekitar 27 persen developer menganggap pembajakan sebagai masalah besar. Lebih lanjut, 53 persen developer menganggap Google terlalu longgar dalam mengawasi Android Market, pusat transaksi software Android sehingga hal tersebut jadi masalah.
Dari segi keuangan, dampak pembajakan ini tidak kecil. Sepertiga developer mengatakan bahwa mereka kehilangan potensi pendapatan lebih dari 10.000 dollar AS akibat beredarnya peranti lunak ilegal ini. Sebesar 32 persen menyatakan bahwa pembajakan membuat ongkos pendukung membengkak. Sedangkan 25 persen mengatakan bahwa ongkos server ikut terbebani.
"Aplikasi Android bagaikan hidup di dunia koboi tanpa sheriff," ujar Carl Howe, Direktur Riset dari Yankee Groups. "Dengan lima pemain lain yang bertarung memperebutkan pasar, Google tak boleh membiarkan pembajakan membunuh bisnis developer," tambah Carl.
Seperti diketahui, pasar untuk aplikasi berbasis mobile internet tiap tahun meningkat. Di Amerika Serikat, misalnya, tiap tahun ada penambahan 40 aplikasi per pengguna tiap tahunnya. Sebuah studi dari perusahaan teknologi Ovum, memprediksi jumlah aplikasi yang di unduh akan menjadi 18 miliar, meningkat 144 persen dibanding tahun lalu dengan jumlah sekitar 7,4 miliar.

kontan.co.id

kolaborasi Intel - Google optimalkan rilis terbaru Android



Intel Corporation melakukan kerja sama dengan Google untuk mengakselerasi bisnis smartphone. Kerja sama ini diumumkan oleh Presiden dan CEO Intel Paul Otellini di San Fransisco, Selasa (13/9/2011). "Komputasi selalu berada dalam evolusi," sebut Otellini seperti yang dikutip dari kompas rabu 14 sep 2011
Menurut dia, kebutuhan komputasi yang luar biasa, untuk perangkat klien hingga komputasi cloud, telah menciptakan kesempatan yang besar bagi industri. "Intel berinovasi dan bekerja sama dengan para mitra untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang lebih mobile, aman, dan mulus. Saya sangat bersemangat menyambut pengalaman baru yang akan hadir melalui berbagai perangkat, dan ini baru awalnya saja," tambah dia.
Otellini menuturkan, kolaborasi Intel dan Google akan mengoptimalkan rilis dari platform Android mendatang, dengan menggunakan prosesor berdaya rendah Intel Atom. "Kolaborasi kami dengan Google akan membawa kemampuan baru yang hebat guna membantu mempercepat inovasi, adopsi, dan jumlah pilihan di industri ini," ungkap Otellini.
Inisiatif bersama ini pun mencakup Chrome OS, Google TV, dan Software Android Development Kit (SDK), serta Native Development Kit (NDK).
kompas.com

Friday, September 16, 2011

Google kembali borong paten IBM

Perang paten di industri teknologi informasi dan telekomunikasi tampaknya masih terus berlangsung. Google sebagai salah satu pemainnya kembali membeli amunisi baru dalam rangka memperkuat portofolionya di masa depan dari gugatan pesaing-pesaingnya.
Kali ini, Google membeli lebih dari 1.000 paten milik IBM. Ini bukanlah pembelian yang pertama karena pada Juli 2011, Google juga sudah membeli lebih dari 1.000 paten IBM. Kebanyakan dari paten tersebut berasal dari IBM dan sebagian kecil berasal dari Cognos, sebuah perusahaan yang diakusisi oleh IBM di tahun 2007 yang lalu. Hal ini dilaporkan pertama kali oleh Seo By The Sea.
Dengan pembelian paten IBM untuk kedua kalinya ini ditambah dengan kemungkinan berhasilnya akuisis Google terhadap Motorola Mobility, diperkirakan portofolio paten Google akan menggelembung mencapai paling tidak 27.000 paten.
Seperti transaksi sebelumnya di bulan Juli, nilai pembelian paten IBM ini tidak disebutkan. Paten yang dibeli oleh Google menurut SEO By The Sea berada di bidang desktop and server hardware, computer security, database processes, circuit design, parallel database systems and architecture, user authentication, creditcard/smartcard testing, dan masih banyak lainnya.
Sebuah paten yang menarik adalah tentang System And Method For Disambiguating Entities In A Web Page Search yang merupakan penemuan bersama Ramanathan Guha. Ramanathan Guha bekerja selama tiga tahun di IBM kemudian pindah ke Google di tahun 2005. Di Google, ia bekerja pada Google Custom Search dan merupakan orang yang berada di belakang Google trust rank yang memainkan peran dalam pemeringkatan penulis/penghasil konten di tempat-tempat seperti Google+ dan mungkin juga dalam hasil pencarian web.
Hal ini menandakan Google tidak hanya fokus dalam membeli paten yang terkait dengan smartphone atau tablet, tetapi juga yang terkait dengan mesin pencari untuk memantapkan posisi mereka di mesin pencari.
Tampaknya setelah kekalahan Google dalam lelang paten Nortel, Google terus berupaya menambah portofolio paten mereka. Sejauh ini IBM merupakan penyumbang portofolio paten terbesar (sebelum Motorola disetujui akuisisinya) bagi Google.
Beberapa paten IBM yang dibeli Google sangat terkait dengan industri smartphone seperti:
1. Coordination Of Cellular Telephones In A Residential Area To Obviate Need For Wired Residential Service
2. Method And System For Efficient And Reliable Mac-Layer Multicast Wireless Transmissions
3. System And Method Of Making Location Updating Management On A Mobile Station, Mobile Station And Mobile Network
4. Telephone Information Service System
Beberapa hari yang lalu Google mentransferkan 9 paten yang juga baru dimilikinya dalam beberapa waktu terakhir ke HTC guna membantu HTC dalam melakukan klaim pelanggaran paten kepada Apple Inc. Sejauh ini, Google terus mengupayakan perlidungan bagi vendor Android seperti yang pernah dikatakan oleh Eric Schmidt beberapa waktu yang lalu